BERITA TERKINI

Furniture Di Jepara Mendunia Dan NO 1 Di Dunia



Semenjak bertahun tahun yang lalu produksi mebel di kota jepara ternyata mendapatkan gelar terbaik di dunia karena kualitas dari tangan pengrajin mebel jepara sangat terampil dan profesional beda dengan produksi mebel dikota lainnya.
Produk mebel jepara memang sudah lama terkenal dengan kualitasnya yang sangat baik dan dapat diandalkan. Furniture jepara banyak menyedot kalangan orang asing dengan bukti kota jepara sekarang dipenuhi orang LOndo alias orang asing, Hehhee . . .
. Dengan perkembangan zaman yang terus berjalan dan semakin menuntut masyarakat untuk berperan lebih aktif dan kreatif maka perajin  juga berupaya untuk menyesuaikan diri untuk beradaptasi dengan era global agar tidak tercecer jauh dengan kompetitor lainnya.Banyak sekali produsen-produsen furniture yang menawrakan berbagai jenis produk mebel disekitar anda. namun justru membuat anda bingung untuk menentukan pilihan mana  yang paling tepat.
 Bukti lain setiap search online furniture pasti banyak pelaku bisnis online di jepara yang menguasainya. tapi . Jangan khawatir, datang saja kejepara untuk memilih furniture-furniture terbaik karena jepara surganya furniture. Nahh kapan lagi anda berkunjung ke kota jepara surganya mebel mebel unik dan modern.
Untuk akses ke kota jepara tidak sulit karena sudah banyak rental mobil jepara dan banyak angkutan umum seperti bus semarang jepara dan bisa dari kudus.


Trackers 08.35

Kain Tenun Di Mata Internasional

Kain Tenun Di Mata Internasional - Indonesia terdiri beribu ribu pulau dan suku budaya, jadi setiap daerah memiliki ciri khas dan kebudayaan berbeda masing masing, salah satunya adalah pembuatan dan jual kain tenun yang sekarang lagi marak di indonesia.
 Kain tradisional khas Indonesia ternyata berhasil merebut perhatian di luar negeri! Baru-baru ini, Okke Hatta Rajasa yang menjabat sebagai ketua perkumpulan Cita Tenun Indonesia terbang ke New York untuk menerima “Women’s Champions and Visionary Awards 2012”.
   Program kerja CTI pmencakup pelestarian, pelatihan dan pengembangan perajin di Bali, Kalimantan, NTB, Jawa Barat, Sumatera Selatan, serta Sulawesi Tenggara untuk memperluas pasar dalam negeri dan mancanegara. Di dalam organisasi ini, berkumpul para pencinta tenun yang memiliki tujuan melestarikan tenun nusantara sebagai warisan budaya.
   Hasilnya, pemasaran tenun di pasar lokal dan global melalu ajang seperti Pret a Porter Paris dan beberapa acara fesyen di London, Washington DC, Tokyo, Cina, dan Belanda, dan Italia.
   Dua dari perancang busana mitra Cita Tenun Indonesia, Sebastian Gunawan dan Priyo Oktaviano juga menampilkan karya desain tenun mereka dalam fashion show di Annual Luncheon.
   Dalam kesempatan ini, Okke Hatta Rajasa juga berkesempatan untuk bertemu dengan public figure seperti Tommy Hilfiger dan Martha Stewart.
khususnya pada kategori exotic fabrics yang dinilai menyimpan nilai budaya yang tinggi. Ardistia Dwiasri dan Auguste Soesastro masing-masing menampilkan 10 koleksi dari capsule collection. Ardistia mengangkat tema “Chic Androgynous” dengan mengambil inspirasi dari karya seniman asal Bali, I Gusti Nyoman Lempad. Auguste mengangkat tema “Ecological Luxuries” yang diambil dari kekayaan kain tenun Bali, Palembang dan songket Sambas. Itulah sedikit cerita sejarah kain tenun di Indonesia semoga semakin maju terus karya karya indonesia.
Trackers 09.46

Asal Usul Sejarah Kain Songket

 
Asal Usul Sejarah Kain Songket -  Kain songket merupakan kain tenun khas Indonesia yang sudah terkenal keindahannya hingga ke mancanegara. Warnanya yang indah serta motifnya yang cantik membuat banyak orang tertarik untuk memilikinya.  Beberapa orang mengatakan, kata songket berasal dari istilah kata sungkit dalam bahasa Melayu. Kata sungkit berarti “mencukil” atau “mengait”. Hal ini dipengaruhi oleh metode pembuatannya yaitu mengaitkan kain tenun dan memasukkan benang emas.

Namun ternyata ada teori lain mengenai asal kata songket, yaitu berasal dari kata di-songsong dan di-teket. Di-songsong karena dalam pembuatannya menggunakan alat yang dilempar diantara benang lalu disongsong atau dijemput. Sedangkan teket dalam bahasa Palembang lama memiliki arti sulam. Pembuatan kain songket dapat memakan waktu yang cukup lama. Untuk membuat satu lembar kain songket hingga selesai dibutuhkan waktu hingga 3 bulan.


Pada awalnya, kain songket hanya digunakan oleh kalangan bangsawan. Namun karena perkembangan jaman, kain songket sekarang bisa dimiliki oleh siapa saja. Tentu saja untuk mendapatkan kain songket yang berkualitas baik membutuhkan pengorbanan yang cukup karena harganya tidak murah.

Kain songket merupakan peninggalan sejarah dari Kerajaan Sriwijaya yang menjadi cikal bakal kota Palembang. Kain ini seperti menjadi bukti kebesaran dan kemakmuran Kerajaan Sriwijaya waktu ini. Karena kain songket dibuat menggunakan benang emas yang berkilauan. Di bawah ini ada gambar motif-motif kain songket Palembang.  Sejarah tentang asal muasal kain songket dikaitkan dengan Kerajaan Sriwijaya dan kawasan permukiman dan budaya Melayu, serta diperkenalkan oleh pedagang India atau Arab. Sementara, Menurut hikayat rakyat Palembang, asal mula kain songket adalah dari perdagangan zaman dahulu di antara Tiongkok dan India. Orang Tionghoa menyediakan benang sutera sedangkan orang India menyumbang benang emas dan perak; maka, jadilah songket.

Pola-pola rumit diciptakan dengan memperkenalkan benang-benang emas atau perak ekstra dengan penggunaan sehelai jarum leper. Menurut tradisi, teknik tenun seperti ini berasal dari utara. Akan tetapi menurut penenun Terengganu, justru para pedagang Indialah yang memperkenalkan teknik menenun ini pertama kali di Palembang dan Jambi, yang mungkin telah berlaku sejak zaman Kerajaan Sriwijaya (abad ke-7 sampai ke-11).

Menurut tradisi Indonesia sendiri, kain ini dikaitkan dengan kegemilangan Sriwijaya, kemaharajaan niaga maritim pada abad ke-7 hingga ke-13 di Sumatera. Hal ini karena pusat kerajinan songket paling mahsyur di Indonesia adalah kota Palembang. Songketa dalah kain mewah yang aslinya memerlukan sejumlah emas asli untuk dijadikan benang emas, kemudian ditenun tangan menjadi kain yang cantik. Secara sejarah tambang emas di Sumatera terletak di pedalaman Jambi dan dataran tinggi Minangkabau. Meskipun benang emas ditemukan di reruntuhan situs Sriwijaya di Sumatera, bersama dengan batu mirah delima yang belum diasah, serta potongan lempeng emas, hingga kini belum ada bukti pasti bahwa penenun local telah menggunakan benang emass awal tahun 600-anhingga 700-an masehi. Songket mungkin dikembangkan pada kurun waktu yang lama di Sumatera. Songket Palembang merupakan songket terbaik di Indonesia baik diukur dari segi kualitasnya, yang berjuluk "Ratu Segala Kain". Songket eksklusif, memerlukan di antara satu dan tiga bulan untuk menyelesaikannya, sedangkan songket biasa hanya memerlukan waktu sekitar 3 hari. Mulanya kaum laki-laki menggunakan songket sebagai destar, tanjak atau ikat kepala. Kemudian barulah kaum perempuan mulai memakai songket sarung dengan baju kurung.

Motif Songket

Songket mempunyai motif-motif tradisional yang merupakan cirri khas budaya wilayah penghasil kerajinan ini. Misalnya, motif Saik Kalamai, Buah Palo, Barantai Putiah, Barantai Merah, Tampuak Manggih, Salapah, Kunang-kunang, Api-api, Cukie Baserak, Sirangkak, Silala Rabah, dan Simasam yang merupakan khas songket Pandai Sikek dan Minangkabau. Beberapa pemerintah daerah telah mempatenkan motif songket tradisional mereka. Dari 71 motif songket yang dimiliki Sumatera Selatan, baru 22 motif yang terdaftar di Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia .Dari 22 motif songket Palembang yang telah terdaftar di antaranya motif Bungo Intan, LepusPulis, Nampan Perak, dan Limar Beranti. Sementara 49 motif lainnya belum terdaftar. Selain motif Berante Berakam, beberapa motif lain yang belum terdaftar yakni motif SongketLepusBintangBerakam, NagoBesaung, Limar Tigo Negeri Tabur Intan, Limar Tigo Negeri Cantik Manis, Lepus Bintang Penuh, Limar Penuh Mawar Berkandang, dan sejumlah motif lainnya. Dan sekarang di indonesia lagi marak maraknya jual tenun di toko online atau di toko kios pasar sekarang sudah banyak yang menjualnya untuk kebutuhan pemerintahan yang setiap hari rabu dan kamis wajib pakai pakaian khas indonesia

Sejak dahulu kala hingga kini, songket adalah pilihan popular untuk busana adat perkawinan Melayu, Palembang, Minangkabau, Aceh dan Bali.Kain ini sering diberikan oleh pengantin laki-laki kepada pengantin wanita sebagai salahsatu hantaran persembahan perkawinan. Di masa kini, busana resmi laki-laki Melayu pun kerap mengenakan songket sebagai kain yang dililitkan di atas celana panjang atau menjadi destar, tanjak, atau ikat kepala.Sedangkan untuk kaum perempuannya songket dililitkan sebagai kain sarung yang dipadu-padankan dengan kebaya atau baju kurung.

Meskipun berasal dari kerajinan tradisional, industri songket merupakan kerajinan yang terus hidup dan dinamis. Para pengrajin songket terutama di Palembang kini berusaha menciptakan motif-motif baru yang lebih modern dan pilihan warna-warna yang lebih lembut. Hal ini sebagai upaya agar songket senantiasa mengikuti zaman dan digemari masyarakat. Nahh sekiranya cukup postingan kami saat ini semoga bermanfaat bagi kita semuanya.
Trackers 19.50
ARTIKEL TERBARU